Minggu, 26 April 2009

Belajar Kompak dari Marching Band.

Minggu, 26 April 2009 0
Memang, ego itu mau cari perhatian. Maunya diturutin, dan harus menang. Orang lain harus ngalah, itu baru egois sejati. Tapi orang-orang bakal dongkol ke kita. Tapi aku pribadi melatih da mengntrol makhluk liar itu dengan Marching Band. Sukses tuh! Seperti anak-anak Jepang ini. Mereka bisa mengontrol emosi mereka, akhirnya estetika lah yang dihasilkan.


'HARRY POTTER' Selesai, Emma Watson Sedih


Pemeran Hermione Granger dalam franchise HARRY POTTER, Emma Watson, mengaku jika dirinya akan merasa amat sedih jika telah selesai mengerjakan film populer tersebut.


Bintang asal Inggris itu merasa amat kehilangan saat berpikir jika dirinya tidak akan kembali bekerja dengan para bintang dan kru HARRY POTTER saat syuting film POTTER yang terakhir tahun depan.

"Aku tak akan bisa mengendalikan diriku sendiri," kata Watson pada majalah Interview. "Aku melakukannya selama setengah umurku. Film ini yang membuat kami terkenal, dan film ini yang telah membentuk kami. HARRY POTTER benar-benar bagian besar dalam hidupku, jadi menyelesaikannya akan membuatku amat sedih. Para kru sudah ada di sana sejak awal, dan mereka sudah seperti keluargaku."

Namun, walau para pemain dan kru benar-benar dekat di lokasi syuting, Emma mengaku dirinya tidak begitu bersosialisasi dengan rekan-rekan mainnya, Daniel Radcliffe dan Rupert Grint.

"Sejujurnya, kami benar-benar dekat saat sama-sama membuat film. Aku menyayangi mereka, namun aku juga harus bertemu dengan teman-temanku yang lain saat aku tidak di lokasi syuting. Mereka (Radcliffe dan Grint -red) seperti saudaraku sekarang," ungkapnya seperti dikutip KapanLagi.com dari showbizspy.com.

"Kami akan menjadi bagian yang penting bagi satu sama lain. Namun, di waktu yang sama, setelah membuat delapan film HARRY POTTER, kami harus siap untuk pergi dan melakukan hal lain. Kami akan menjadi orang yang berbeda dan memiliki waktu untuk diri kami sendiri," tambahnya.

Kamis, 23 April 2009

Kasus Monahara Sudah Jadi Konsumsi Pers Malaysia

Kamis, 23 April 2009 2

Kuala Lumpur - Kasus gadis model Manohara Odelia Pinot yang menikah dengan salah satu putra Sultan Kelantan dan diributkan oleh orangtuanya, kini sudah mulai menjadi pemberitaan di media massa Malaysia, terutama Malaysiakini.com.


Media massa online ini menurunkan judul beritanya "Kerabat Kelantan Didakwa Dera Istri Model" dan foto cover harian Surya, Selasa 21 April 2009, yang menurunkan tulisan berjudul "Model Indonesia Disilet Pangeran Malaysia" lengkap dengan foto Monahara dengan pakaian kerudung warna orange serta foto suaminya salah seorang putra Sultan Kelantan.

Seorang editor Malaysiakini,com ketika dikontak mengatakan, "Biasanya keluarga istana Kelantan tidak akan memberikan keterangan pers, namun begitu kami siap-siap jika mereka menanggapi berita ini karena masalah ini sudah menyangkut hubungan dengan negara tetangga," katanya.

Beberapa warga Malaysia juga mengatakan, jika ada kasus kriminal yang menyangkut keluarga Sultan biasanya tidak muncul menjadi berita, atau kasusnya ditutup dianggap tidak ada.

Malaysiakini.com akan terus mengembangkan berita ini dengan mewawancarai politisi atau pejabat pemerintahan negara bagian Kelantan.

Rabu, 15 April 2009

Menikmati Hidup dengan The Corrs

Rabu, 15 April 2009 0
Kolaborasi indah yang dilakukan oleh keempat bersaudara ini sungguh sangat luar biasa. Jika mendengarkan lagu ini, semangat kembali tumbuh dan kita siap menikmati hidup dengan segala dinamisasinya.


Kontribusinya Tertinggi, Sprite Zero Pun Diluncurkan


Setelah meluncurkan Frestea Green My Body dan Coca-Cola Zero, Coca-Cola Distribution Indonsia meluncurkan Sprite Zero, minuman ringan dengan nol kadar gula. “Ini merupakan salah satu bentuk diversifikasi,” kata David Tjokro, Marketing Director PT Coca-Cola Distribution Indonesia.

David mengatakan penjualan Sprite sepanjang 2008 paling dominan diantara produk minuman Coca-Cola lainnya—seperti Fanta, Frestea, Powerade, Ades, Coke, Extra Joss kemasan kaleng, Minute Maid Pulpy Orange, dan Fruitcy—sehingga perusahaan ini memutuskan mendiversifikasinya ke Sprite Zero.

Meski penjualan Coke Zero kurang memuaskan dibanding Coke reguler, David optimistis penjualan Sprite Zero bisa menyamai penjualan Sprite reguler. Menurut David, penjualan pada 2008 sedikit lebih bagus dibandingkan 2007. Prediksi 2009 penjualan akan sedikit stag mengingat krisis. “Namun Pemilu diharapkan bisa mengatrol,” katanya. Meski krisis, Coca-Cola menyatakan tetap akan melakukan ekspansi.

Tiga Brand Kampanye Bareng


Tolak Angin, Teh Botol Sosro, dan Dua Kelinci meluncurkan kampanye iklan bersama bertajuk “Produk Indonesia, Tuan Rumah di Negeri Sendiri.” “Idenya berawal dari keinginan untuk mensukseskan gerakan menggunakan produk lokal yang telah dicanangkan Pemerintah. Waktu itu, saya langsung tawarkan konsep kerja sama ini kepada kawan saya, Sosro dan Dua Kelinci,” papar Irwan Hidayat, CEO SidoMuncul.

Joseph S. Sosrodjojo, President Director PT Sinar Sosro, mengaku tidak langsung menerima tawaran tersebut mengingat kampanye ini menimbulkan risiko anggaran tambahan. “Namun, jika tiga pemain bersatu, barangkali bisa berbuat sesuatu dan bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi krisis global. Mengingat, masing-masing produk sudah punya kekuatan image,” ungkap Joseph mengaku pertumbuhan penjualan Sosro tiap tahun rata-rata 5%-6%. Sementara itu, Hadi Sutiono, Direktur Utama PT Dua Kelinci, langsung menyambut ide tersebut.

Maka jadilah, iklan berdurasi 60 detik itu tayang gencar di stasiun-stasiun TV untuk kurun waktu dua bulan setengah ke depan—sejak Maret 2009. Enggan mengomentari ongkos produksi sekaligus biaya tayangnya, Irwan mengakui seluruh bujet iklan ini ditanggung renteng.

Tentang objektif iklan bersama ini, Irwan berkata, “Kami yang kebetulan sama-sama dari Jawa Tengah dan menggunakan bahan baku dari tumbuh-tumbuhan ingin mengimbau masyarakat untuk cinta dan mau menggunakan produk lokal. Semoga juga bisa menginspirasi perusahaan lainnya.”

Dalam rangkaian peluncuran iklan bersama ini, digelar pula workshop bertema “Penguatan Pasar Domestik dalam Mengatasi Krisis Global” yang menghadirkan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan dosen serta penulis buku management Rhenald Khasali.

Jika Gak ada Kuliah, What will You do?



Well, Guys! Tengah hari yang pengap, pastinya bikin bete kalau harus peras otak buat kuliah. Bisa-bisa blank!!! dan terjadilah big bank (Waduh, gak nyambung). Dan semua sujud syukur, karena waktu itu Pak Nasrullah (dosen mata kuliah dasar-dasar jurnalistik) lagi gak masuk. Semuanya bersorak gembira.



Kebetulan nih, semua sudah janjian pakai dresscode warna hitam. Jadi, kitapun langsung berpose ria depan kamera dari sang fotografer profesional di kelas kita. Siapa lagi kalau bukan Papi tercinta para Big Family, Can-can (Ada sejarahnya, tar diceritakan di rubrik sendiri). Keren gak sih?



Wah2, anak-anak kelas lain pada bertanya-tanya. Siapa yang meniggal? kenapa IKOM-A pake baju hitam semua? Tapi, pada kenyataannya justru kita ketawa-ketiwi, blak-blakan, HERI (Heboh Sendiri), dan tingkah laku gokil kita bikin orang-orang semakin heran melihat kita. Kenapa ada satu rombongan orang pake baju hitam pda gila semua ya? Kok bisa masuk kampus pula? Waduh2.



Ayo teman-teman, kelihatan gak sih siapa yang paling narsis? yang paling eksis di setiap foto.Di situ ada Pakde Ariel, My Twins Aisyah, Mbak Firda, Mbak Wirda, Om Megi, Uncle Chick, Si anak Paling Tua Debe, dan masih banyak lagi. sukar untuk disebutkan. Semua itu adalah keluarga besar IKOM-A.



Emang sih, kelas kita dikenal agak-agak kekanakan ketimbang kelas IKOM lain. Tapi untuk kredibilitas, expertise, achievment, IKOM-A gak kalah loh. Ayo Cayo teman-teman!
 
Together! holding hands we'll fall! ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates